KITAB TENTANG SOLAT TARAWIH (Hadist Bukhari)

BAB 1: KEUTAMAAN ORANG YANG BANGUN PADA MALAM RAMADHAN UNTUK MELAKUKAN SOLAT SUNAT.

2012 Diriwayatkan dari Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa ketika tengah malam Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam keluar, kemudian beliau melaksanakan solat sunat di masjid, maka orang-orang pun bermakmum. Hadis yang semakna dengan ini sudah disebutkan di muka (kitab tentang solat, nomor hadis 423 dan 424) dengan lafal yang berbeda. Di dalam riwayat ini ada tambahan sebagai berikut: Sepeninggal Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam orang-orang mengerjakan solat sunat pada malam hari seperti itu (di rumah masing-masing).

BAB 2: MENCARI LAILATUL QADR PADA TUJUH MALAM TERAKHIR DI BULAN RAMADHAN.

2016 Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa beberapa sahabat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bermimpi melihat Lailatul Qadr pada tujuh malam terakhir di bulan Ramadhan, kemudian Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Menurutku, mimpi kalian itu memang tepat pada tujuh malam terakhir di bulan Ramadhan. Siapa yang ingin mencari malam Qadr hendaklah ia mencarinya pada tujuh malam terakhir di bulan Ramadhan”.

2016 Diriwayatkan dari Abu Salamah Radliyallaahu ‘anhu, bahw dia bertanya kepada Abu Sa’id Radliyallaahu ‘anhu mengenai Lailatul Qadr, kemudian Abi Sa’id mengatakan: Kami pernah beri’tikaf bersama Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pada sepuluh hari yang tengah di bulan Ramadhan, kemudian pada pagi hari yang kedua puluh beliau keluar dan memberitahu kami, “Aku telah diberitahu tentang tanggal Lailatul Qadr, namun aku lupa, maka carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam yang gasal di akhir Ramadhan. Aku bermimpi bahwa aku bersujud di tanah yang berair dan berlumpur, maka siapa yang telah beri’tikaf dengan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, hendaklah ia kembali beri’tikaf lagi (pada sepuluh malam yang akhir dan gasal tersebut)”. Kata Abu Sa’id ra: Kami kembali beri’tikaf lagi tanpa melihat segumpal awanpun di langit, tiba-tiba awan muncul dan hujan pun turun sehingga air mengalir melalui atap masjid yang ketika itu terbuat dari pelepah pohon kurma, kemudian solat dilaksanakan. Saya melihat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersujud di atas tanah yang berair dan berlumpur sehingga saya melihat bekas lumpur di dahi Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam.

BAB 3: BERIBADAH PADA SEPULUH MALAM YANG AKHIR DAN GASAL PADA RAMADHAN UNTUK MENCARI LAILATUL QADR

2021 Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda: “Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam yang akhir di bulan Ramadhan, pada sembilan malam atau tujuh malam atau lima malam yang akhir (mulai malam ke 21 atau ke 23 atau 25)”.

2022 Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas Radliyallaahu ‘anhu, dalam riwayat lain: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam Ramadhan yang akhir, yaitu pada sembilan malam yang pertama (malam ke 21 sampai dengan 29) atau tujuh malam yang akhir (malam ke 23 sampai dengan akhir Ramadhan)”.

BAB 4: BERIBADAH PADA SEPULUH MALAM TERAKHIR DI BULAN RAMADHAN.

2024 Diriwayatkan dari Aisyah Radliyallaahu ‘anhu, dia berkata: Ketika memasuki sepuluh malam yang akhir pada bulan Ramadhan, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengencangkan ikat pinggangnya, beribadah sepanjang malam dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s